Minggu, 01 Januari 2012

Stasiun Singosari

Stasiun Singosari (SGS) adalah stasiun kereta api yang terletak di desa Pagentan, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang. Stasiun terdekat sebelum stasiun Singosari jika dari arah kota Malang adalah stasiun Blimbing dan sesudahnya adalah stasiun Lawang.

aji & Eyang Kakung di stasiun singosari
Stasiun Singosari terletak tidak jauh dari jalan raya (jalur utama) Malang-Surabaya. Stasiun yang terletak di Daerah Operasi VIII Surabaya ini berada pada ketinggian +478 m dpl.

Saat aji masih berumur 2 tahun, aji sudah sangat suka dengan keret api. Jika aji tidak doyan makan, maka ayah dan ibu akan mengajak aji jalan-jalan di sekitar stasiun Singosari untuk melihat kalau ada sepur yang lewat. Betapa senangnya hati aji, sehingga aji akan lahap disuapi makan oleh ibu. Apalagi kalau suasana sepi, maka aji bisa dengan sepuasnya bermain, berlarian dan melompat di rel-rel yang ada di stasiun Singosari.

berpose dulu di stasiun singosari

Sudah ndhak kehitung lagi dech, berapa kali aji bermain & rekreasi di stasiun Singosari yang murah meriah ini. Dan sudah tidak kehitung lagi ya berapa banyak kesempatan yang pernah aji lalui dengan naik kereta api ekonomi berangkat dari stasiun Singosari menuju Kediri. Padahal tujuan aji bersilaturrahmi kerumah eyang kakung & eyang putri di kota Pare, Kediri. Meskipun harus ditempuh dalam waktu yang lebih lama, tetapi ada rasa senang, gembira & kepuasan tersendiri di hati kami. Bisa bercengkerama, ngobrol, bermain, tidur dan melihat pemandangan di saat menaiki sepur tuut tuut tuut.

stasiun singosari dari sisi timur

Aji sering naik kereta api lewat jalur selatan, naik dari stasiun Singosari terus ke stasiun Malang (Malang Kotabaru) dilanjutkan ke arah Blitar melalui bendungan Karangkates menuju stasiun Kediri. Terkadang aji dan orangtua naik kereta api lewat jalur utara. Dari stasiun Singosari aji naik kereta api ekonomi jurusan Surabaya. Kemudian turun di stasiun Gubeng, Surabaya. Dari stasiun Gubeng aji naik kereta api lagi yang melewati stasiun Jombang. Baru kemudian aji menuju kota Pare (biasanya om aris & alm. Eyang Kakung menjemput aji di stasiun Jombang). Demi membahagiakan aji, mereka berkenan menjemput aji di stasiun Jombang ataupun menjemput aji di stasiun Kediri. Terimakasih teruntuk alm. Eyang Kakung Pare dan thanks for om Aris & om Andri yang sayang banget sama aji. Juga eyang kakung & eyang uti malang & om aan yang dengan setia mengantar & menjemput aji di stasiun singosari ataupun di stasiun malang kotabaru.
di bawah ini ada beberapa gambar yang berhubungan dengan stasiun singosari:

kereta api melintas di stasiun singosari


rel di stasiun singosari

Senin, 26 Desember 2011

Lokomotif B23 Penuh Kenangan


Kota Pare adalah salah satu Kecamatan di Kediri. Pada zaman dahulu, saat penjajahan Belanda dan di awal kemerdekaan denyut jalur kereta api di kota Pare masih terasa, akan tetapi saat ini sudah tidak ada sama sekali aktifitas yang berhubungan dengan perkeretaapian di kota ini. Hanya rel-rel di sepanjang jalan antara kota Kediri - Pare dan Jombang yang tersisa, itupun ada yang sudah putus, karena hilang entah dicuri atau bagaimana, ada juga yang tertutupi jalan, karena memang letak rel ini dekat dengan jalan raya yang menghubungkan jalur Kediri - Pare - Jombang.

Saat ini Stasiun Kereta Api di Kota Pare sudah beralih fungsi menjadi kawasan perdagangan. Untuk bagian dalam menjadi area pedagang (seperti pedagang burung, makanan burung, barang bekas, dsb). Sedangkan di bagian luar Stasiun, dijadikan warung-warung kuliner dan aneka toko.

Pada zaman dahulu (saat Penjajahan Belanda), Keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg maatschappij (NIS) dari pengoperasian jalur kereta api rute Semarang - Solo - Yogyakarta dan Jakarta - Bogor memberi harapan baru kepada para pengusaha swasta yang telah berminat untuk menanamkan modal mereka dalam kegiatan jasa angkutan dengan menggunakan kereta api. Perusahaan kereta api swasta Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) mendapat konsensi dari pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894 untuk membangun rel di sekitar kota Kediri, Jombang dan Pare. Konstruksi jalan rel pertama dibangun KSM pada rute Jombang - Pare - kediri (50 km) dan selesai dibangun pada tahun 1897.

Stasiun Pare merupakan kantor pusat dari KSM. Di stasiun ini juga terdapat dipo lokomotif. Pada tahun 1897 - 1900, KSM telah berhasil membangun jalan rel dengan total panjang 121 km. Untuk melayani rute ini, KSM mendatangkan lokomotif uap B23 dari pabrik Henschel (Jerman) pada tahun 1900 sebanyak 1 lokomotif saja. Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta yang mengangkut hasil perkebunan dan penumpang pada rute jarak dekat. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tingkat produktifitas pertanian dan perkebunan di kota Kediri dapat dikatakan cukup besar, banyak tanah yang disewakan untuk menjadi lahan perkebunan.

loko B23

Lokomotif B23 memiliki susunan roda 0-4-0T. Lokomotif ini merupakan lokomotif yang memiliki dua silinder berdimensi 280 mm x 430 mm pada sisi luar dengan roda penggerak berdiameter 800 mm. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 25 km/jam. Berat keseluruhan adalah 16 ton. Lokomotif B23 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara.

Karena KSM mengalami kesulitan keuangan, maka lokomotif ini dipindahkan ke kota Madiun untuk dioperasionalkan di jalan rel milik perusahaan kereta api Staats Spoorwegen. Satu-satunya lokomotif seri B23 yang didatangkan di Indonesia adalah B23 01. Lokomotif B23 01 saat ini dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Minggu, 20 November 2011

Stasiun Kediri





Stasiun Kediri merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Stasiun Kediri, Semampir, Kediri, Jawa Timur. Stasiun yang terletak pada ketinggian +68 dpl ini berada di Daerah Operasional 7 Madiun. Dari stasiun Kediri terdapat rel menuju Jombang melalui Pare yang saat ini sudah tidak aktif lagi.
Letak Stasiun:
Stasiun Kediri (KD), +68M, adalah salah satu stasiun yang terletak di jalur kantong jawa Timur, +/- 40 km selatan stasiun kertosono. Satu petak di utara stasiun Kediri ada stasiun Susuhan (SS) dan di selatan ada stasiun Ngadiluwih (NDL):



St. Kediri merupakan stasiun kelas 1, 1 diantara 4 stasiun kelas 1 yang ada di DAOP 7 Madiun. St. Kediri terletak tepat di tengah kota kediri, tepatnya di Jl. Stasiun, berada tepat di depan jalan utama pusat perdagangan kota Kediri (JL. dhoho) dan cuma 500M dari balai kota Kediri. Tapi sayangnya karena letaknya yang tepat di tengah kota tidak ada angkutan umum yang tepat lewat di depan stasiun. Transportasi yang bisa digunakan cuma becak atau ojek saja. Sedangkan jika ingin mencari angkutan umum (angkot/bus) harus berjalan sekitar 600m ke utara stasiun menyusuri rel menuju jalan propinsi (jurusan Nganjuk, Kertosono, Pare, Tulungagung, Blitar, Malang).

Peta Stasiun:


Layout Stasiun:
Keadaan saat ini stasiun Kediri terdapat:
- 6 spoor aktif
- 1 jalur spoor simpan yang bercabang dari spoor 1
- 1 bekas wesel spoor simpan yang bercabang dari jalur 6, sebelah kanopi berteduh lokomotif (cuma sekitar 5 meteran tapi sudah rusak parah, tapi masih ada 1 ka kricak yang "terjebak" di spoor rusak itu)
- Jalur utama di St. Kediri masih menggunakan R42 dengan bantalan beton

Selain itu di jalur 5 dan 6 terdapat kanopi untuk berteduh dan pengecekan lokomotif. Biasanya dihuni loko penarik Brantas dan Kahuripan (sedangkan loko Senja Kediri kembali ke KTS untuk diputar di turn table).

Dahulu, st. Kediri mungkin punya sampai 7 spoor, dan 3 spoor simpan. Spoor 7 terdapat di bagian timur langsung mengarah masuk ke gudang, sekarang gudang telah menjadi restoran dan spoor 7 sudah tidak bersisa. Dahulu juga ada percabangan ke jalur Pare - Jombang yang keluar dari arah selatan. Tapi sekarang bekas wesel dan rel ke Pare sudah dicabut, tinggal tersisa bekas rel yang terlanjur tertanam aspal di PJL selatan stasiun.


Kesibukan Stasiun Kediri:
Kedatangan KA pertama adalah Matarmaja dari jakarta pada pagi hari pukul 4.33 dan paling malam Dhoho akhir ke arah Blitar pukul 19.30. Setelah Kedatangan KA terakhir St. Kediri ditutup untuk kegiatan umum.
Total tiap hari ada 26 perjalanan reguler:
Terimakasih ke rekan2 RF yang mengkoreksi jumlah trip perjalanan dari 18 trip ke 20 trip, tapi ternyata setelah ane itung2 lagi ada 26 trip perjalanan.
Mohon koreksinya kalo ada kesalahan:
- 8 trip KA Lokal (KA Rapih Dhoho) 4 trip ke Blitar, 4 Trip ke Surabaya
- 2 Trip Malabar
- 2 Trip Gajayana
- 2 Trip Matarmaja
- 2 Trip Brantas (Stasiun akhir)
- 2 Trip Kahuripan (Stasiun akhir)
- 2 Trip Senja Kediri (Stasiun akhir)
- 2 Trip Wonorejo (I & II) (feeder Senja Kediri Pagi Pulang Pergi ke TA)
- 2 Trip Tulungagung (I & II) (feeder Senja Kediri Sore Pulang Pergi ke TA)
- 2 Trip Lokomotif Senja Kediri ke KTS
Dahulu sekitar tahun 2007 masih terdapat aktifitas KA Ketel, jurusan Benteng - KD (dipo Pertamina KD, +/- 1 km di selatan stasiun), tetapi sekarang kontraknya sudah diputus karena pipanisasi.

Foto2 Stasiun kediri

stasiun Kediri 1892

Stasiun kediri 1910

Stasiun kediri 1930

stasiun kediri 2011

stasiun kediri

aji di stasiun Kediri

menunggu sepur...tuut...tuut...

sumber: wikipedia dan semboyan35
foto: google image dan koleksi pribadi

Senin, 10 Oktober 2011

Stasiun Jombang



Stasiun Jombang (JG) merupakan stasiun kereta api yang terletak di jl.Jendral Basuki Rachmat No.1  Desa Jombatan Kecamatan Jombang Kota Jombang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +44 meter dpl (di atas permukaan laut) ini berada di Daerah Operasi VII Madiun
 

   
stasiun Jombang di siang hari

Stasiun Jombang terletak di seberang alun-alun kota, sehingga sangat strategis karena berada di tengah kota. Dari stasiun ini, terdapat bekas percabangan menuju Babat hingga Tuban ke Utara dan Kediri di selatan melalui kota Pare.

 
 aji berpose di dekat stasiun jombang
 
 stasiun Jombang di malam hari

Insiden yang pernah terjadi di stasiun Jombang adalah:
  • pada tanggal 14 Januari 1997 pukul 04.30 dimana 3 dari 9 gerbong kereta api pengangkut BBM terguling di 800 meter di barat stasiun Jombang setelah menabrak tanggul. Akibatnya BBM yang terdiri dari solar dan premium tumpah dan mengalir di sungai Bokrantai, kemudian terbakar. Seorang warga tewas, sementara masinis dan kernet menderita luka bakar. Perjalanan sejumlah rangkaian KA terhambat akibat insiden ini.
  • Pada tanggal 27 November 2007, lokomotif dan 1 gerbong KA Bangunkarta anjlok 300 meter di barat stawsiun Jombang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun perjalanan KA harus tertunda sampai petang hari.
  •  Pada tanggal 14 Agustus 2010 lokomotif CC20320 yang menarik KA Rapih Dhoho salah wesel dan masuk ke spoor badug lantas tercebur ke sawah. tidak ada korban jiwa dalam perisitwa ini.
sumber: wikipedia