Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Stasiun Pasar Senen Jakarta


Stasiun Pasar Senen atau lebih populer disebut sebagai Stasiun Senen saja adalah stasiun kereta api yang terletak di Kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu daerah tua di Jakarta. Nama Senen diambil dari nama sebuah pasar yang dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1733 sebagai fasilitas perdagangan di pinggiran kota Weltevreden yang sekarang disebut Gambir. Pasar itu disebut Pasar Senen karena pada jaman dulu memang hanya buka pada setiap hari Senin saja. Pada masa kepemimpinan Gubernur Hindia Belanda Van der Parra, Pasar Senen semakin ramai sehingga akhirnya dibuka setiap hari. Ramainya Pasar Senen menarik perhatian para pedagang asal Cina untuk melakukan usaha di Pasar Senen dan menetap secara berkelompok membentuk sebuah perkampungan di sana. Setelah kemerdekaan hingga tahun 1975, Senen merupakan pusat perdagangan kota Jakarta yang semakin berkembang dengan dibangunnya Pusat perdagangan Senen atau proyek Senen pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin (1960-1970) dan di tahun 1990 dibangun pula super blok modern Atrium Senen.

Perkembangan kawasan Pasar Senen membutuhkan dukungan fasilitas transportasi yang memadai, salah satunya kereta api, yang oleh pemerintah kolonial Belanda mulai dioperasikan sekitar tahun 1887.
Awalnya stasiun Pasar Senen hanya merupakan tempat pemberhentian sementara kereta api jalur Batavia-Bekasi yang dibuka pada tahun 1894 oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS). Dalam perkembangan waktu dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang, maka dibangunlah Stasiun Pasar Senen sekitar tahun 1916 oleh Staats Spoorwegen (SS) dan diresmikan tanggal 19 Maret 1925.

Tampak depan bangunan Stasiun Pasar Senen dari halaman parkir terlihat bangunan tempat penjualan tiket dan kanopi tambahan pada pintu masuk utama. Bangunan karya arsitek J. Van Gendt itu berbentuk memanjang simetris dengan variasi dan penekanan dimensi bangunan yang lebih tinggi pada Hall seperti yang biasanya terdapat pada bangunan umum bergaya Neo-Indische yang merupakan peralihan ke gaya modern. Pengaruh arsitektur Modern terlihat dari deretan lunette atau jendela atas pada bangunan Hall yang berbentuk persegi dan teratur seirama dengan pintu-pintu lengkung di bawahnya. Karakter vernakular atau penyesuaian dengan iklim setempat terlihat pada bentuk atap limasan yang mendominasi, dengan penambahan atap teritisan diatas pintu masuk hall untuk melindunginya dari air hujan sehingga terlihat seperti bangunan dua lantai.
Saat ini Stasiun Pasar Senen melayani kereta api kelas bisnis dan kelas ekonomi ke berbagai tujuan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikelompokkan menjadi Jalur Utara dan Jalur Selatan. Untuk melayani jalur - jalur tersebut Stasiun Senen memiliki enam jalur sepur yang dibagi menjadi tiga jalur di barat dan tiga jalur di timur dipisahkan oleh bangunan emplasemen panjang dan terbuka beratap pelana dengan struktur baja. Antara emplasemen barat (bangunan utama) dan emplasemen timur dihubungkan dengan terowongan yang melintas di bawah rel kereta. 

Stasiun Pasar Senen terus dibenahi untuk melayani pertumbuhan penumpang yang semakin meningkat sehingga bangunannya saat ini telah mengalami berbagai perubahan dan penambahan, antara lain penambahan teras berkanopi pada pintu masuk utama, kanopi pada emplasemen barat, ruang pembelian tiket di bagian depan serta pembenahan fasilitas ruang tunggu di kedua emplasemen.

Pintu masuk untuk peron yang melayani jalur utara, dengan pintu berbentuk lengkung yang merupakan sentuhan gaya Romanticism. Penggunaan lantai keramik memberikan kesan bersih dan kemudahan dalam perawatan. Kombinasi warna putih dan abu-abu berulang pada lantai dan dindingnya. Konsol atap koridor yang diekspos memperkuat karekter ruang.
Ruang tunggu dilengkapi dengan deretan kursi berbahan Fiber. Penggunaan warna putih pada dinding, lantai dan kursi memberi kesan bersih. Estetika ruang tersebut terletak pada komposisi lunette atau jendela kaca pada dinding bagian atas dan ventilasi yang dibingkai dengan list segiempat.

Suasana terowongan di bawah rel yang menghubungkan emplasemen barat dan timur merupakan sarana sirkulasi bagi penumpang yang akan menuju luar kota untuk kereta jalur utara. Untuk menghilangkan kesan monoton dan gelap digunakan warna kombinasi putih dan cokelat muda dengan list cokelat tua sebagai penanda arah.

Emplasemen barat dan timur dipisahkan oleh jalur sepur satu, dua, dan tiga yang merupakan jalur untuk tujuan luar kota. Kedua emplasemen dihubungkan dengan terowongan di bawah rel. Suasana peron dan lobby di malam hari. Konstruksi yang terekspos menunjukkan betapa kokohnya bangunan Stasiun Pasar Senen.

Kamis, 24 Januari 2013

Zahra with Abi & Titi Silaturrahim ke Bangka Belitung


 berangkat dari bandara Abdurrahman Saleh Malang 


Saudara kami sebagian besar berada di pulau Jawa. Sedangkan ALLAH memberikan kami kesempatan untuk mendapatkan rejeki di Tanah Harapan yang letaknya di luar pulau Jawa. Sehingga, moment silaturrahiim mereka melalui jalur udara, sangat membahagiakan, membuat berdebar-debar dan penasaran bagi keponakan kecil kami yang cantik yaitu, Zahra.

zahra & umi (eyang uti)

Zahra begitu menikmati dan antusias melewati detik demi detik menit demi menit saat perjalanan di udara, berangkat dari kota dingin Malang ataupun saat transit di Jakarta. Bahkan berbagai pertanyaan selalu ia lontarkan di saat menemui dan melihat sesuatu hal yang di anggapnya masih baru.

Semoga ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, berharga & sangat menyenangkan bagi Zahra, karena mendapat kesempatan naik pesawat tuk bersilaturrahiim dengan kami yang ada di luar pulau Jawa.

we love pulau jawa
we love kep. bangka belitung
we love Indonesia

Rabu, 11 April 2012

Menikmati Bandara Baru di Malang

Bismillah...
Alhamdulillah...
Subhanalloh...
Allohuakbar...

trimakasih Ya ALLOH...ENGKAU beri kesempatan bagi kami tuk berjumpa&bersilaturrahiim lagi dg keluarga yg ada di jawa...bisa hadir diacara aqiqahnya si kecil "amran" keponakan koe...adhek nya aji dari dhek zahra...trus bisa jalan2 & menikmati BIANGLALA lagi di alun2 batu...menyusuri indahnya alam di sepanjang perjalanan malang - kediri...menikmati berendam di pemandian air panas CANGAR...melihat megahnya jembatan SURAMADU...juga pantai kenjeran yg kabarnya akan dibuat menjadi tempat wisata bertaraf internasional...dan....akhirnya kita bisa menikmati lagi penerbangan dari bandara Abdurrahman Saleh dimana bandara ini masih baru dan sudah terpisah dari landasan udara milik TNI AU...

bandara abdurrahman saleh - malang

ajie di bandara Abdurrahman Saleh Malang

 ayo jie...jangan sampai ketinggalan pesawat...

indahnya kota malang terlihat dari udara


semoga kebahagiaan dan karunia MU ini dapat mendatangkan keberkahan, barokah dan maslahat bagi kehidupan lahir batin kami didunia & akhirat.aamiin...




Sabtu, 24 Maret 2012

Pesawat

Alhamdulillah...dg ridho&rahmatMU kami bisa naik pesawat menuju Tanah Harapan (kep. Bangka Belitung)...tetap syukuri apa yg ada, hidup adalah anugerah...hari ini & esok akan lebih baik tuk dunia&akhirat kami.aamiin..

akhirnya kesampaian juga cita2 aji naik pesawat...saat ini ajie lagi hobby sama mainan&pernak pernik yg ada hubungannya dengan pesawat terbang lho...aji punya mainan pesawat yg bisa bergerak dg memakai baterai, ditarik atau pun didorong...terimakasih buat kakek, ayah dan semua nya yg telah memberi aji hadiah "pesawat2"...mg barokah...terimakasih teruntuk abah & umi di singosari yg telah memberikan kado ultah ke-7thn buat aji berupa mainan/ replika pesawat, tidak tanggung2, aji dikirimi 4 pesawat lho...hihihi...senangnya aji...sekarang hoby nya nambah dech...klo dulu sepur forever...sekarang sepur&pesawat forever...

saat transit di bandara sukarno hatta cengkareng...

di bandara depati amir pangkalpinang

meringankan saat berjalan & beban barang...hehehe..




Jumat, 17 Februari 2012

Kereta Api Senja Singosari


Kereta Api Senja Singosari adalah kereta api penumpang kelas bisnis yang dimiliki dan dioperasikan PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Malang Pasar Senen via Semarang Tawang di Jawa, Indonesia.
 
Rangkaian yang menggunakan eks KA Bangunkarta kelas bisnis dan eks KA malang Ekspres ini mulai diluncurkan sejak 5 Desember 2009 dengan nama Senja Kediri dengan rute Kediri - Semarang - Pasar Senen. Terhitung tanggal 23 Desember 2009 rute kereta ini diperpanjang hingga Kota Tulungagung dengan jadwal kedatangan pukul 06.15 di Tulungagung dan per 1 Juli 2011 diperpanjang hingga Stasiun Malang (dengan uji coba sejak 27 Juni 2011). 


kereta senja singosari

Kemudian, seiring dengan berlakunya Grafik Perjalanan KA (GAPEKA) 2011 yang efektif pada 1 Maret 2012, maka mulai tanggal tersebut KA Senja Kediri berubah nama menjadi KA Senja Singosari. Nama "Singosari" diambil dari nama Kerajaan Singosari yang pada jaman dahulu berpusat di Malang.


senja singosari tiba di stasiun tegal
Dengan tarif atas sebesar Rp250.000,00 dan tarif bawah sebesar Rp165.000,00, KA Senja Singosari diberangkatkan dari Stasiun Malang pukul 13.25 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 WIB. Sebaliknya, kereta ini diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen pukul 15.05 WIB dan tiba di Malang pukul 08.11 WIB.


senja kediri yang menjadi senja singosari

Kereta api Senja Singosari tujuan Pasar Senen Jakarta pemberangkatan dari Stasiun Malang berhenti di Stasiun Kepanjen, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Caruban, Staisun Madiun, Stasiun Paron, Stasiun Walikukun, Stasiun Kedungjati, Stasiun Brumbung, Staisun Semarang Tawang, Staisun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Cirebon Prujakan, Staisun Bekasi, Staasiun Jatinegara dan berakhir di Stasiun Pasar Senen.