Sabtu, 24 Maret 2012

Pesawat

Alhamdulillah...dg ridho&rahmatMU kami bisa naik pesawat menuju Tanah Harapan (kep. Bangka Belitung)...tetap syukuri apa yg ada, hidup adalah anugerah...hari ini & esok akan lebih baik tuk dunia&akhirat kami.aamiin..

akhirnya kesampaian juga cita2 aji naik pesawat...saat ini ajie lagi hobby sama mainan&pernak pernik yg ada hubungannya dengan pesawat terbang lho...aji punya mainan pesawat yg bisa bergerak dg memakai baterai, ditarik atau pun didorong...terimakasih buat kakek, ayah dan semua nya yg telah memberi aji hadiah "pesawat2"...mg barokah...terimakasih teruntuk abah & umi di singosari yg telah memberikan kado ultah ke-7thn buat aji berupa mainan/ replika pesawat, tidak tanggung2, aji dikirimi 4 pesawat lho...hihihi...senangnya aji...sekarang hoby nya nambah dech...klo dulu sepur forever...sekarang sepur&pesawat forever...

saat transit di bandara sukarno hatta cengkareng...

di bandara depati amir pangkalpinang

meringankan saat berjalan & beban barang...hehehe..




Jumat, 17 Februari 2012

Kereta Api Senja Singosari


Kereta Api Senja Singosari adalah kereta api penumpang kelas bisnis yang dimiliki dan dioperasikan PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Malang Pasar Senen via Semarang Tawang di Jawa, Indonesia.
 
Rangkaian yang menggunakan eks KA Bangunkarta kelas bisnis dan eks KA malang Ekspres ini mulai diluncurkan sejak 5 Desember 2009 dengan nama Senja Kediri dengan rute Kediri - Semarang - Pasar Senen. Terhitung tanggal 23 Desember 2009 rute kereta ini diperpanjang hingga Kota Tulungagung dengan jadwal kedatangan pukul 06.15 di Tulungagung dan per 1 Juli 2011 diperpanjang hingga Stasiun Malang (dengan uji coba sejak 27 Juni 2011). 


kereta senja singosari

Kemudian, seiring dengan berlakunya Grafik Perjalanan KA (GAPEKA) 2011 yang efektif pada 1 Maret 2012, maka mulai tanggal tersebut KA Senja Kediri berubah nama menjadi KA Senja Singosari. Nama "Singosari" diambil dari nama Kerajaan Singosari yang pada jaman dahulu berpusat di Malang.


senja singosari tiba di stasiun tegal
Dengan tarif atas sebesar Rp250.000,00 dan tarif bawah sebesar Rp165.000,00, KA Senja Singosari diberangkatkan dari Stasiun Malang pukul 13.25 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 WIB. Sebaliknya, kereta ini diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen pukul 15.05 WIB dan tiba di Malang pukul 08.11 WIB.


senja kediri yang menjadi senja singosari

Kereta api Senja Singosari tujuan Pasar Senen Jakarta pemberangkatan dari Stasiun Malang berhenti di Stasiun Kepanjen, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Caruban, Staisun Madiun, Stasiun Paron, Stasiun Walikukun, Stasiun Kedungjati, Stasiun Brumbung, Staisun Semarang Tawang, Staisun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Cirebon Prujakan, Staisun Bekasi, Staasiun Jatinegara dan berakhir di Stasiun Pasar Senen.

Minggu, 01 Januari 2012

Stasiun Singosari

Stasiun Singosari (SGS) adalah stasiun kereta api yang terletak di desa Pagentan, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang. Stasiun terdekat sebelum stasiun Singosari jika dari arah kota Malang adalah stasiun Blimbing dan sesudahnya adalah stasiun Lawang.

aji & Eyang Kakung di stasiun singosari
Stasiun Singosari terletak tidak jauh dari jalan raya (jalur utama) Malang-Surabaya. Stasiun yang terletak di Daerah Operasi VIII Surabaya ini berada pada ketinggian +478 m dpl.

Saat aji masih berumur 2 tahun, aji sudah sangat suka dengan keret api. Jika aji tidak doyan makan, maka ayah dan ibu akan mengajak aji jalan-jalan di sekitar stasiun Singosari untuk melihat kalau ada sepur yang lewat. Betapa senangnya hati aji, sehingga aji akan lahap disuapi makan oleh ibu. Apalagi kalau suasana sepi, maka aji bisa dengan sepuasnya bermain, berlarian dan melompat di rel-rel yang ada di stasiun Singosari.

berpose dulu di stasiun singosari

Sudah ndhak kehitung lagi dech, berapa kali aji bermain & rekreasi di stasiun Singosari yang murah meriah ini. Dan sudah tidak kehitung lagi ya berapa banyak kesempatan yang pernah aji lalui dengan naik kereta api ekonomi berangkat dari stasiun Singosari menuju Kediri. Padahal tujuan aji bersilaturrahmi kerumah eyang kakung & eyang putri di kota Pare, Kediri. Meskipun harus ditempuh dalam waktu yang lebih lama, tetapi ada rasa senang, gembira & kepuasan tersendiri di hati kami. Bisa bercengkerama, ngobrol, bermain, tidur dan melihat pemandangan di saat menaiki sepur tuut tuut tuut.

stasiun singosari dari sisi timur

Aji sering naik kereta api lewat jalur selatan, naik dari stasiun Singosari terus ke stasiun Malang (Malang Kotabaru) dilanjutkan ke arah Blitar melalui bendungan Karangkates menuju stasiun Kediri. Terkadang aji dan orangtua naik kereta api lewat jalur utara. Dari stasiun Singosari aji naik kereta api ekonomi jurusan Surabaya. Kemudian turun di stasiun Gubeng, Surabaya. Dari stasiun Gubeng aji naik kereta api lagi yang melewati stasiun Jombang. Baru kemudian aji menuju kota Pare (biasanya om aris & alm. Eyang Kakung menjemput aji di stasiun Jombang). Demi membahagiakan aji, mereka berkenan menjemput aji di stasiun Jombang ataupun menjemput aji di stasiun Kediri. Terimakasih teruntuk alm. Eyang Kakung Pare dan thanks for om Aris & om Andri yang sayang banget sama aji. Juga eyang kakung & eyang uti malang & om aan yang dengan setia mengantar & menjemput aji di stasiun singosari ataupun di stasiun malang kotabaru.
di bawah ini ada beberapa gambar yang berhubungan dengan stasiun singosari:

kereta api melintas di stasiun singosari


rel di stasiun singosari

Senin, 26 Desember 2011

Lokomotif B23 Penuh Kenangan


Kota Pare adalah salah satu Kecamatan di Kediri. Pada zaman dahulu, saat penjajahan Belanda dan di awal kemerdekaan denyut jalur kereta api di kota Pare masih terasa, akan tetapi saat ini sudah tidak ada sama sekali aktifitas yang berhubungan dengan perkeretaapian di kota ini. Hanya rel-rel di sepanjang jalan antara kota Kediri - Pare dan Jombang yang tersisa, itupun ada yang sudah putus, karena hilang entah dicuri atau bagaimana, ada juga yang tertutupi jalan, karena memang letak rel ini dekat dengan jalan raya yang menghubungkan jalur Kediri - Pare - Jombang.

Saat ini Stasiun Kereta Api di Kota Pare sudah beralih fungsi menjadi kawasan perdagangan. Untuk bagian dalam menjadi area pedagang (seperti pedagang burung, makanan burung, barang bekas, dsb). Sedangkan di bagian luar Stasiun, dijadikan warung-warung kuliner dan aneka toko.

Pada zaman dahulu (saat Penjajahan Belanda), Keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg maatschappij (NIS) dari pengoperasian jalur kereta api rute Semarang - Solo - Yogyakarta dan Jakarta - Bogor memberi harapan baru kepada para pengusaha swasta yang telah berminat untuk menanamkan modal mereka dalam kegiatan jasa angkutan dengan menggunakan kereta api. Perusahaan kereta api swasta Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) mendapat konsensi dari pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894 untuk membangun rel di sekitar kota Kediri, Jombang dan Pare. Konstruksi jalan rel pertama dibangun KSM pada rute Jombang - Pare - kediri (50 km) dan selesai dibangun pada tahun 1897.

Stasiun Pare merupakan kantor pusat dari KSM. Di stasiun ini juga terdapat dipo lokomotif. Pada tahun 1897 - 1900, KSM telah berhasil membangun jalan rel dengan total panjang 121 km. Untuk melayani rute ini, KSM mendatangkan lokomotif uap B23 dari pabrik Henschel (Jerman) pada tahun 1900 sebanyak 1 lokomotif saja. Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta yang mengangkut hasil perkebunan dan penumpang pada rute jarak dekat. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tingkat produktifitas pertanian dan perkebunan di kota Kediri dapat dikatakan cukup besar, banyak tanah yang disewakan untuk menjadi lahan perkebunan.

loko B23

Lokomotif B23 memiliki susunan roda 0-4-0T. Lokomotif ini merupakan lokomotif yang memiliki dua silinder berdimensi 280 mm x 430 mm pada sisi luar dengan roda penggerak berdiameter 800 mm. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 25 km/jam. Berat keseluruhan adalah 16 ton. Lokomotif B23 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara.

Karena KSM mengalami kesulitan keuangan, maka lokomotif ini dipindahkan ke kota Madiun untuk dioperasionalkan di jalan rel milik perusahaan kereta api Staats Spoorwegen. Satu-satunya lokomotif seri B23 yang didatangkan di Indonesia adalah B23 01. Lokomotif B23 01 saat ini dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.